Minggu, 03 Juli 2011

Nasi Kobal, Sangu Nelayan Yang Dimakan Jendral

Sampang--- Unik dan murah meriah, itulah Nasi Kobal, makanan khas asal Desa Tambaan, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang. Unik karena cara memasaknya tidak biasa, murah meriah karena untuk menikmati seporsi nasi kobal anda cukup menyediakan uang receh Rp 4 ribu.Agak susah untuk mencari warung yang menjual nasi kobal karena hanya dijual dipagi hari,
Tapi ada satu warung Nasi Kobal yang buka hingga sore. Letaknya tepat disamping Puskesmas Camplong. Pemiliknya bernama Makiyatun.

Sudah 12 tahun, Ibu Makiya berjualan nasi kobal. Menurut wanita berusia 60 tahun ini, nasi kobal adalah sangu wajib nelayan saat pergi melaut. Makanya harganya murah meriah, seukuran kantong nelayan. Tapi jangan salah, meski hanya sangu nelayan "Orang Koramil sini kalau ada pangdam datang, pasti memesan nasi kobal buatan saya sebagai hidangan," ujarnya bangga.

Menurut Makiyah, kesitimewaan nasi kobal ada pada sambal kelapanya yang mirip serondeng. Rasanya gurih dan aromanya menggugah selera. Cara memasak sambal kelapa ini sangat unik, tidak perlu memakai nyala api pada tungku atau kompor. Cukup pakai pecahan cobek yang dibuat dari tembikar dan telah dipanaskan hingga menjadi bara.

Kepada Tempo, Senin, 4 juli 2011. Makiyah mempraktekkan cara membuat sambal kepala kobal. Pertama sediakan kelapa yang sudah diparut, kemudian selanjutnya meracik bumbu. "Bumbunya cuma ketumbar, bawang merah, bawah putih, laos, kencur, daun jeruk dan cabai merah besar," terang wanita beranak tiga ini.

Setelah diulek, kelapa yang sudah diparut dimasukkan ke dalam cobek dan diaduk hingga seluruh bumbu merata sampai berwarna kemerahan. Setelah itu, kata Makiyah, panaskan pecahan cobek seukuran 10 centimeter persegi dalam tungku, setelah menjadi bara, diambil dan dimasukkan ke dalam cobek berisi kelapa yang sudah diparut tadi. kemudian kelapa diaduk ke bara tembikar, sampai merata berubah warna dan beraroma. "Kalau tembikarnya bukan cobek, genting misalnya, rasa berbeda, jadi harus pakai pecahan cobek," katanya lagi.

Seiring modernisasi, hidangan nasi kobal juga ikut perkembangan zaman. Selain ikan tongkol, bisa dengan ayam kuah, telur dan empal. "Tapi saya tetap bertahan pakai tongkol, ini yang asli dari dulu," tutur Makiyah.

Ahmat Jazuli, warga Kabupaten Bangkalan yang lumayan sering menikmati nasi kobal sepulang dari menyupir, berbagi tips cara menikmati nasi sangu nelayan saat melaut ini. "semua lauk nasi kobel harus diaduk menjadi satu, baru sangat nikmat," pungkasnya. MUSTHOFA BISRI

0 komentar: