Selasa, 08 Maret 2011

Perempuan Buta Ini Kangen Melihat Cucu

Jum'at, 04 Maret 2011

TEMPO Interaktif, Bangkalan - Orang buta tak selalu identik dengan tongkat. Salihah, 45 tahun, menjalani hidup layaknya orang yang tak buta. Warga Desa Jaddih Timur, Socah, Bangkalan, Madura, ini, beraktivitas sebagai istri, ibu rumah tangga, sekaligus petani, layaknya orang normal. "Dia masak, mencuci, menyapu halaman, menimba air ke kakus hingga ke sawah sendirian, tanpa tongkat atau orang lain," kata Slamet, 50 tahun, suami Salihah, Jumat (4/3).
Berita terkait
Salihah terlihat mengupas kacang tanah, menampi beras lalu memasaknya, membuat pepes ikan dan menimba air sumur. Tanpa ada kesalahan melakukan rutinitasnya. "Karena buta, saya gunakan seluruh indra saya untuk mengenali benda," kata Salihah.

Ia menggunakan telinga agar tak menabrak pohon atau tembok. Untuk meracik bumbu masakan, digunakan indra peraba dan penciuman. "Bibi Salihah ahlinya meracik bumbu, kalau mau buat hidangan lebaran, saya sering kesini minta diajari," kata Syarifah, tetangganya.

Salihah tak hanya melulu di rumahnya. Ia ikut membantu suaminya bercocok tanam ke sawah dan membantu memasak bila ada kenalan atau tentangga menggelar hajatan. "Bibi Salihah melihat dengan mata hati, saya punya saudara buta, tapi tidak bisa melakukan pekerjaan seperti bibi," kata SYarifah.

Salihah memapu melakukannya dengan alasan keikhlasan dan keinginan kuat agar melayani suami dan anak meski buta. "Anak kami tiga, laki-laki semua, kalau saya tidak masak mereka tidak makan, kalau bukan saya yang mencuci baju, siapa lagi? Saya tidak mau dibelaskasihani orang, saya masih punya tangan, telinga dan hidung yang bisa difungsikan," mata Salihah berkaca-kaca.

Cacat mata Salihah bukan bawaan lahir. Semua bermula dari sebelas tahun lalu. Saat pulang belanja di pasar Socah, Bangkalan, mata kanannya mendadak rabun. Mata itu kemudian tak melihat total.
Setelah tiga tahun, giliran mata kirinya yang mengalami kebutaan. Penyebabnya selaput putih pada kornea matanya makin besar.

Suami Salihah, Slamet mengaku sudah berupaya melakukan pengobatan untuk penyembuhannya. Puluhan dukun memberikan ramuan. Dokter spesialis mata Rumah Sakit Undaan Surabaya tak bisa menyebuhkan.

Kemampuan Salihan terbilang luar biasa. Namun Salihah tetap berharap bisa sembuh. "Saya pingin melihat wajah cucu-cucu saya," kata dia.

MUSTHOFA BISRI

0 komentar: